Strategi Mewujudkan Mimpi

Pernah ada seseorang berbicara padaku tentang mimpi-mimpinya. Mimpi akan hidupnya di masa depan. Dan aku selalu mengingat diriku yang merinding takjub karena ia begitu yakin pada apa yang ia cita-citakan.
Maka, aku bertanya pada diriku sendiri, apa mimpiku? apa yang menggerakan diriku untuk bangun?

Langit - lukisan pribadi, Mei 2024

Mimpi ya? Sebuah kata yang bisa membuat seseorang yang awalnya bukan siapa-siapa bisa menjadi seseorang yang berbeda. 
Mimpi ibarat obat sakit gigi, yang ampuh sekejap menghilangkan rasa sakit. Atau terapi yang menyembuhkan pelan-pelan. Juga keyakinan yang membuat kita bisa berdamai dengan rasa sakit dan bersyukur atas apa yang masih kita miliki.
Mimpi ibarat mata air yang jernih, airnya yang melepas dahaga, memberi harapan layaknya oasis di tengah gurun. Setiap tetes air, menyelamatkan orang-orang yang kehausan.

Kerennya, mimpi yang bisa mengubah seseorang, bisa beresonansi, kemudian menyebar ke ribuan, hingga jutaan hati dan pikiran. Menembus batas-batas waktu, generasi, dan jarak. Ingat akan mimpi kemerdekaan para pejuang yang hidup di zaman penjajahan selama ratusan tahun. Mimpi mereka satu dan berlaku untuk setiap generasi yang menghadapinya, Merdeka! 

Lalu bagaimana mimpi itu lahir? bagaimana mimpi itu bekerja? bagaimana mimpi itu hidup dan tumbuh? Setelah ia terwujud maka kemana mimpi akan berlabuh?

Dengan segala kerendahan hati, pertanyaan diatas adalah kegelisahanku. Aku punya kepercayaan pada kekuatan mimpi. Tapi kadang aku punya alasan untuk menyerah. Karena itu aku menulis ini, jika nanti aku aku ingin menyerah, selalu ada seribu alasan untuk terus bangkit dan kembali pada tekadmu bukan?

Kita mulai dari 'apa itu mimpi?'

Mimpi yang kita obrolin disini adalah proyeksi imajinasi akan masa depan. Harapan yang dipikirkan terus-menerus yang menjadi tujuan dan target.

Kita belajar bermimpi sejak kita kecil. Mungkin kamu pernah ingin menjadi tokoh dunia fantasi favorit kita. Kemudian sedikit tumbuh besar kita mulai memikirkan cita-cita profesi, menjadi dokter, guru, pilot, polisi, dan lain-lain.

Mimpi bisa juga peristiwa yang ingin kita rasakan, tempat yang ingin kita jelajahi, waktu yang ingin kita nikmati, makanan yang ingin kita rasakan, kedamaian dan ketenangan yang merupakan wujud kebahagiaan  juga bisa menjadi mimpi.

Maka apa impianmu?

Tak jarang, mendengar orang-orang menyebutkan impiannya menjadi orang baik, orang yang bermanfaat, orang sukses, atau orang yang bahagia.

Ada orang yang bermimpi untuk dirinya sendiri, ada juga untuk orang terdekat, dan orang-orang sekitarnya. Mereka yang bermimpi untuk menjadi orang yang bermanfaat, sebenarnya sedang mengukur nilai dirinya.  Manfaat yang bisa ia berikan pada orang lain akan melahirkan pengakuan akan dirinya. 

Mereka yang bermimpi menjadi orang baik, apakah artinya selama ini ia belum menjadi baik? tentunya tidak, tapi mungkin pada perjalanan hidupnya ia melihat dirinya masih belum cukup baik. Artinya mimpi lahir dari pengetahuan seseorang akan dirinya. Ia harus bisa menemukan siapa dirinya untuk bisa bermimpi. 

Bermimpilah setinggi-tingginya. Sejauh mana pengetahuanmu akan dirimu digambarkan dari impianmu. 
Bagaimana dengan aku dan kamu yang bermimpi menjadi orang sukses? Saya teringat pesan guru saya, bahwa definisi sukses setiap orang berbeda. Menjadi orang sukses tidak sekedar kaya atau memiliki karir yang cemerlang, walau itu mungkin bisa menjadi indikatornya. Tapi lebih sederhana dari itu semua, apa maknanya bagi dirimu dan apakah kamu bahagia dari indikator kesuksesanmu.

Maka, mari bermimpi menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat. Yang bahagia setelah menemui cinta, merasakan luka dan duka, menerima penghargaan, merelakan penolakan, dan terus bangkit setelahnya. 

Dok. pribadi - Mei 2024


Bagaimana mimpi itu tumbuh?

Saat mimpi itu muncul, jangan biarkan hanya berada dalam alam imajinasi. Ikat impianmu erat-erat pada benda yang bisa mengingatkanmu, bisa kertas yang ditempel di dinding kamar, menceritakannya pada sahabat dan keluarga. 

Kamu bisa membagikan energi baik akan mimpi itu dengan menceritakannya. Pastikan media yang menerima ceritamu adalah apa yang kamu percaya menjadi lingkungan baik bagimu. Mereka yang hanya akan menertawakan, bukanlah media yang baik.

Mimpi itu akan terus hidup selama kamu hidup dengan memikirkannya. Menggunakan akal dan hati untuk menyusun cerita saat menggapainya. Indahnya mimpi akan menjadi kenyataan, hanya dengan izin Tuhan. Maka berusahalah dan serahkan hasilnya pada-Nya.

Tanpa tekad mimpi hanya akan jadi angan-angan. Seperti salah satu kisah di novel Sang Alkemis, karya Paulo Coelho. Tokoh utamanya mengejar mimpinya menemukan harta karun dari kampungnya di sebuah negara di Eropa hingga ke Gurun yang ada di Mesir. 
Walau banyak tantangan menghadang, kehilangan, pengorbanan, ia terus melangkah mengejar mimpinya. Tapi tentu ia tidak berjuang sendirian, ia bersandar pada kekuatan yang lebih besar dari dirinya, ia bertemu sahabat, dan kekasih yang memotivasinya untuk terus berjuang. 

Maka, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan.
Qur'an Surah Al-Insyirah ayat 5-6.

Maka kemana mimpi-mimpi itu berlabuh?

Entahlah, aku pun tidak tahu jawabannya. Tapi yang pasti mimpi-mimpi yang terwujud atas izin Allah SWT, pastilah punya satu alasan. Mungkin, mimpi-mimpi kita akan menjadi rangkaian cerita yang akan mengantarkan kita pada misi kehidupan yang kita emban. 

Baik buruknya cara kita meraih mimpi itu, akan menjadi amalan yang dicatat. Dan kemudian akan dipertanggung jawabkan pada pengadilan akhirat. Artinya, mimpi menjadi track kehidupan, dan langkah yang kita tempuh untuk meraihnya akan menjadi sejarah kehidupan.

Semoga setiap mimpi memiliki jalan untuk terwujud dengan indah.

***

Terima kasih sudah mampir ke blog kami. 
Baca artikel pilihan kami, semoga kamu menemukan 1 dari 1000 alasan untuk terus bangkit.







Posting Komentar

0 Komentar