Inspirasi Buat Kamu Memilih Jurusan Kuliah

Indah Primad | September 2020


Hai saya mahasiswa biologi dari IPB (Institut Pertanian Bogor). Saya disini mau berbagi cerita saat memilih jurusan untuk kuliah dan cerita yang saya temukan dari jurusan yang saya pilih. Semoga bisa jadi tips untuk kamu yang mau milih jurusan kuliah atau bidang yang ingin didalami.

Pertemuan Pertama 

Mencoba mengingat kembali saat pertama kali belajar di kelas biologi di SMP. Setelah perkenalan, hal pertama yang dijelaskan adalah 'apa itu biologi?'. Seingat saya, guru biologi saat itu menyampaikan asal kata biologi dari bahasa latin.

Bio (Hidup)+Logos (Ilmu) =Biologi (Ilmu Hidup)

Kemudian beliau menjelaskan lebih banyak tentang biologi. Tentang ilmu kehidupan, apa ciri-ciri kehidupan, hingga beliau menjelaskan tentang evolusi. Beliau juga menyampaikan prinsip keyakinan beliau diatas teori yang dipercaya para ilmuwan tentang evolusi. Dan menurut saya beliau keren waktu menyampaikan itu. Tidak banyak guru yang meninggalkan kesan kuat di hari pertama, dan saya sudah mengagumi biologi karena beliau.

Saat itu, saya hanya mendengarkan. Bertahun-tahun setelahnya, saya berkesempatan menjadi mahasiswa jurusan biologi, pertanyaan tentang pelajaran kelas biologi pertama saya hadir kembali untuk menuntut jawabannya.

"Apa itu hidup? dan bagaimana biologi menjelaskan kehidupan itu? bagaimana kebenaran dari evolusi yang penuh kontroversi?"

Kebingungan ini yang membuat saya menjelajahi biologi. Saya ingin menemukan jawabannya. Bahkan hingga sepanjang hidup saya, jika memang perlu. Dari pertemuan pertama, saya mencemplungkan diri ikut olimpiade biologi. Berlanjut sampai SMA. 

Saya bukan siswa yang genius atau kepalang rajin. Jujur, saya hanya suka dengan biologi. Saya memutuskan untuk ambil jurusan biologi untuk kuliah sejak kelas 2 SMA. Waktu itu, saya ingat ada kisah kakak kelas yang menginspirasi saya untuk menuliskan mimpi saya. Sejak kelas 2 SMA itu saya selalu sempatkan menuliskan mimpi-mimpi termasuk kuliah jurusan biologi IPB di buku catatan kecil. 

Alhamdulillah, saya dapat kesempatan masuk biologi IPB melalu jalur undangan (waktu itu namanya SNMPTN). Dari sana, saya percaya akan keyakinan yang kuat akan mimpi yang dipatri, insya Allah akan punya kisah nyatanya suatu waktu.

Next, cerita yang saya temukan selama kuliah di jurusan biologi.

Malu bertanya sesat kemana-mana

Dosen ekologi saya pernah menyarankan sebelum belajar, sebaiknya kita harus mempersiapkan pertanyaan. Pertanyaan akan mengantarkan pada kebingungan. Selanjutnya kebingungan akan mendorong seseorang pada rasa penasaran. Seorang pembelajar adalah orang yang menjawab rasa penasarannya dengan mencari tahu jawabannya atas pertanyaan dirinya sendiri. Jadi belajar di kelas akan jadi jauh lebih bermakna. 

Bertahun-tahun kemudian belajar dari makhluk hidup renik sampai yang paling kompleks. Belajar teori hingga praktek. Biologi berhasil mempengaruhi cara berpikir. Namun masih banyak hal yang belum dipelajari. Halaman demi halaman buku yang telah dibalik harus dibaca lagi. Ya ilmu tidak ada habisnya kawan. Hanya kamu yang menetapkan ingin ilmu yang bagaimana? yang banyak atau yang berkah?

Mengejar Kepuasan Belajar Biologi

Biologi terus berkembang. Penelitian dari satu generasi ke generasi berikutnya terus menyempurnakan berbagai teori, menambah atau mengganti teori yang lama. Tidak ada teori yang kekal, semuanya berubah. Itulah uniknya ilmu, begitupun biologi. terlalu banyak misteri dari ilmu ini, karena itu biologi menjadi suatu dunia ilmu yang sangat luas.

Manusia berusaha mendefinisikan kehidupan dengan persepsinya. Persepsi demi persepsi yang didasarkan pada fakta-fakta ilmiah disatukan menjadi teori. Hingga lahirlah teori-teori tentang kehidupan, asal mula kehidupan, bagaimana kehidupan itu tumbuh dan berkembang hingga hari ini. 

Jadi bagaimana biologi menjelaskan tentang uniknya kehidupan?
Hidup secara biologi artinya keberlangsungan proses metabolisme, yaitu mengubah makanan menjadi energi, bernafas, peka terhadap rangsangan, berkembang biak, beradaptasi dan menghasilkan zat buangan. Contoh nyatanya adalah kehidupan kita, manusia. 

Bagaimana membangun pola pikir?

Seorang yang mendalami biologi akan melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Mengidentifikasi masalah dari berbagai hipotesa. Pola pikir ini disebut hipotetik-deduktif. Bagaimana menarik dugaan yang paling mungkin untuk nantinya dicek kebenarannya. Bagaimana tetap melihat gambaran umum dari setiap hal tapi bisa menjelaskan detailnya. Mengakui keterbatasan pemikiran, sehingga tidak terburu-buru percaya dan memutuskan tanpa pertimbangan.

Kita ambil contoh sederhananya, "kenapa hari ini saya lapar lebih cepat dari biasanya?" Apakah karena jumlah makanan berkurang, jadwal makan tidak sama, atau lebih banyak energi yang dikeluarkan. Nah, kita cek faktanya satu per satu. 

Pola berpikir hipotetik-deduktif

Pertama, kelaparan di dalam tubuh terjadi akibat penurunan kadar gula dalam darah dan kerja sistem hormon. Nah, artinya kadar gula dalam darah kamu sedang turun. Kemudian, proses pencernaan makanan berhubungan dengan proses penyerapan nutrisi untuk diubah menjadi energi. Semakin aktif metabolisme tubuh, maka kita akan cepat lapar. Cek apakah kamu beraktivitas lebih berat dari biasanya? atau emosi dan mood kamu sedang tidak stabil? Fakta terakhir adalah ritme jam biologis, apakah kamu makan di waktu yang biasanya? Jawaban-jawaban dari setiap pertanyaan ini akan membuat kamu jadi lebih sadar terhadap rasa lapar kamu dan alasan dibaliknya. Nantinya kamu bisa mengatasinya tidak hanya dengan makan tapi juga mengatur kembali jam, jumlah nutrisi, bahkan emosi dan stress.

Masih Tentang Pola Pikir

Setiap orang punya persepsi yang berbeda tetang arti kehidupan itu. Karena itu persepsi yang lahir dari pemikiran itu unik. Hari ini kita bisa bilang A, mungkin besok setelah mendapat informasi baru kita bisa bilang A', B, atau C. Bukan plin plan, tapi menyempurnakan pengetahuan memang seperti itu, dan proses berpikir dipelajari dalam ilmu biologi. 

Pikiran lahir dari rangsangan, bisa dari luar atau dalam, berupa informasi baru yang kemudian dikoneksikan dengan informasi yang telah ada sebelumnya. Setiap sel saraf yang berhubungan mengirimkan hasil tanggapan terhadap rangsangan, apakah akan menjadi sistem motorik yang menimbulkan aksi atau persepsi untuk dipahami.

Biologi disebut juga ilmu kehidupan. Bagaimana makhluk hidup itu bisa mempertahankan dan melanjutkan kehidupan. Setiap makhluk hidup dapat dikatakan hidup jika melakukan aktivitas kehidupan. Terkadang ada saatnya mereka dorman atau istirahat, tapi bisa bangun dan kembali beraktivitas, ya itulah kehidupan. 

Mendeskripsikan kehidupan memang sulit , tidak ada jawaban yang benar seutuhnya. Saran Saya, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, jika belum yakin dengan kebenaran.
Terima kasih yang sudah mau membaca hingga akhir. Yang mau ngobrol santai langsung ke Instagram @ipdesi ya.


Sampai jumpa lagi reader :)



Posting Komentar

0 Komentar